Popular Post

Popular Posts

Posted by : Iqbal Nafis Musyaffa Senin, 25 November 2019


Peran keluarga dalam proses pertumbuhan dan pembentukan karakter setiap anak adalah sesuatu yang dirasa sangat penting untuk diperhatikan.

Dia adalah Dini (bukan nama sebenarnya), seorang anak remaja perempuan berusia 18 tahun yang memiliki saudara kembar yang dididik dengan orang dan cara yang berbeda.

Perempuan yang saat ini duduk di bangku kuliah salah satu universitas negeri di Jawa Timur ini sadar betul bahwa dirinya dan saudara kembarnya memiliki kepribadian yang sangat jauh berbeda.

Saudara kembarnya, Dina, sedari bayi diasuh oleh neneknya. “Bayi kembar kan kalau salah satu sakit, satunya jadi ikutan sakit,” ucap Dini, menjelaskan alasan mengapa mereka diasuh oleh orang yang berbeda.

Dina memang diberikan kebebasan oleh neneknya untuk bergaul dan mengenal dunia luar yang luas. Karena itu kini kehidupan Dina benar – benar lepas dari pengawasan. Ditambah lagi saat ini Dina sudah memiliki pekerjaan dan mampu untuk menghasilkan uang sendiri, sehingga ia tak perlu meminta ke orang tuanya lagi. “Sekarang makin berani karena Dina udah kerja, jadi ngomong ke orang tua kalo dia sekarang bukan tanggung jawab mereka (orang tuanya),” ungkap Dini.

Selama ini memang terjadi perselisihan antara Dina dan orang tuanya. Hal itu dipicu karena Dina merasa bahwa dirinya diperlakukan tidak adil oleh orang tuanya dan selalu dibanding – bandingkan. Memang, Dini adalah anak yang rajin, sholeh, serta memiliki segudang prestasi. Sebenarnya orang tua mereka pun tidak membatasi apa yang ingin menjadi jalan hidup anak – anaknya. “Mau kuliah monggo, mau kerja juga boleh,” ucap Dini mengikuti kata – kata orang tuanya.

Dini mengaku, dengan keadaan saudara kembarnya yang menjadi seorang anak punk, tidak menjadikannya merasa ingin ikut serta terjun ke dunia tersebut. “tidak terlalu berpengaruh, ambil aja sisi positifnya,” imbuhnya.

Dini juga menjelaskan bahwasanya orang tua mereka sudah capek untuk meberi tahu bahkan untuk menegur Dina karena dirasa percuma, sudah dibilangin berkali – kali namun tetap saja tidak pernah dianggap. Meski Dina tidak mendengarkan orang tuanya, namun Dini lah yang berperan sebagai tempat Dina berlabuh mengungkapkan curahan isi hatinya. “Lebih dengerin aku dari pada ayah ibu. Kalau ada apa – apa juga ceritanya ke aku. Saling bantu aja tiap kali ada masalah,” akunya.

Dini sendiri bercerita bahwa dulunya dia juga pernah  nakal saat masih berada di sekolah dasar, namun karna kenakalannya itu pernah orang tuanya diapanggil ke sekolah untuk minta maaf. Dari situlah Dini tersadar atas perbuatan yang selama ini ia lakukan itu rupanya memalukan. Menurutnya, bagaimana bisa tindakan yang ia perbuat, namun orang tua yang menanggung. “Aku yang salah, orang tua yang minta maaf. Malu aku sejak saat itu,” jelasnya.

Sebetulnya Dina saat ini sudah mulai mengurangi aktivitasnya dalam hal – hal yang berbau ‘kebebasan’. Namun faktor lingkungan tetap saja membuatnya enggan untuk berubah, ditambah rasa tidak enak terhadap teman – temannya yang mengajaknya main. “Anak punk kan terkenal solid, susah kadang buat menolak ajakan,” ucap Dini.

Menurut Dini, peran keluarga dalam permasalahan semacam ini sebetulnya sangat diperlukan agar tidak sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Sebenarnya anak nakal atau punk pada awalnya pasti punya suatu permasalahan. Baik itu dari dalam dirinya sendiri, lingkungan, teman, bahkan keluarganya. Mereka hanya salah memilih jalan untuk mengatasinya. Takut untuk menghadapi permasalahan tersebut secara rasional. Mereka lebih memilih untuk mengutamakan emosinya terlebih dahulu. Mereka juga terkenal akan ikatan pertemanannya yang solid. Bahkan mereka juga memperlakukan orang – orang di sekitarnya dengan sopan. “Orang yang tampangnya sangar dan bertato belum tentu dia itu jahat. Mereka lebih ngajeni. Mereka tidak pernah serta merta menghasut orang untuk ikut masuk ke dalam dunianya.” Tambah Dini.









Lailatul Dwi Nur Apriliana 19041184003
Stella Salsabilla 19041184008
Muhammad Fawwaz Wildani 19041184010
Iqbal Nafis Musyaffa 19041184041
Wahyu Nur Syarafina 19041184060
Marsa Faiza Hardiyanti 19041184073

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © BERITA KITA KITA - ILMU KOMUNIKASI 2019 - Powered by Universitas Negeri Surabaya - Designed by Iqbal Nafis Musyaffa -