Popular Post

Popular Posts

Posted by : Wahyu Nur Syarafina Senin, 25 November 2019


Remaja selalu dikaitkan dengan pencarian jati diri. Banyak fenomena remaja yang terpapar pergaulan bebas dari lingkungannya. Pola asuh yang salah dari kedua orangtua, serta peran teman sekitar sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang remaja. Tidak terpungkiri, remaja yang salah pergaulan sering kita temui di era saat ini. Masyarakatnya banyak menyebutnya dengan istilah anak punk. Hal ini tampak dari seorang remaja kelahiran Gresik bernama Dina (bukan nama sebenarnya).
Sembari menghisap rokoknya, Dina bercerita tentang pengalaman hidupnya. Berawal sejak empat tahun yang lalu, tepatnya ketika ia sedang duduk dibangku kelas 1 SMK. Usianya saat itu sudah cukup dewasa untuk mengerti bahwa kedua orangtuanya tidak berlaku adil kepadanya. “Dulu waktu kecil, nggak kerasa, sekarang baru. Adik kembarku tinggal sama mereka (orangtua) sedangkan aku sama mbahku,” ujarnya.
Tidak hanya itu saja, menurut pengakuannya, ia seringkali mendapatkan kekerasan dari kedua orangtuanya. Bentuknya adalah teriakan hingga pukulan. Hal tersebut menjadi satu alasan Dina untuk terjun ke dunia jalanan, yaitu yang sering disebut masyarakat anak punk. Faktor lain yang ia rasakan adalah terpapar dari mantan kekasihnya yang merupakan seorang bandar narkoba.
Sejak lulus SMK, Dina memang tidak tertarik untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sehingga, ia memutuskan untuk mencari pekerjaan yang layak untuk menghidupi dirinya. Selama beberapa bulan, ia mendapatkan banyak tawaran pekerjaan yang penuh resiko. Beberapa adalah tawaran menemani lelaki hidung belang dengan bayaran tujuh ratus ribu rupiah, menyiapkan minum-minuman keras dengan bayaran kurang lebih dua ratus lima puluh ribu, dan lain sebagainya.
Akan tetapi, semua tawaran itu ia tolak. Dina memiliki prinsip bahwa ia masih memiliki harga diri yang harus ia jaga. Sehingga, ia banyak memilah mana pekerjaan yang layak atau tidak. Saat ini, ia bekerja di salah satu warung kopi yang dikelola oleh kantor besar di dekat Alun-Alun Gresik. Selama sebulan terakhir, ia bekerja di tempat tersebut. Namun, hal tersebut tidak serta-merta menghilangkan kebiasannya untuk berkumpul dengan anak punk. “Sekarang ya masih nongkrong mbak. kadang ya cuma ngerokok, atau minum. Sebatas itu,” tuturnya.
Stigma masyarkat terhadap anak punk memang bermacam-macam. Mayoritas memiliki stigma negatif terhadap kumpulan anak punk ini. Akan tetapi, bagi Dina hal tersebut tidak penting. Ia selalu bersikap acuh tak acuh terhadap padangan orang lain. Selain itu, Dina juga memaparkan banyak hal yang tidak orang lain tahu mengenai punk itu sendiri. “Kami disini belajar solidaritas, mbak. Kalau nggak ada uang, ya cari bareng, ngamen contohnya. Pokoknya kita itu prinsipnya nggak mau minta uang ke orangtua. Kita memang nakal, tapi pakai uang sendiri, dan nggak ngerugiin orang lain kok,” jelasnya.
Kehidupan Dina saat ini memanglah sangat bebas. Ia yang benar benar lepas dari pengawasan orangtua, merasa jauh lebih aman bersama kumpulan anak punk. Bergabungnya dengan kumpulan anak punk membuatnya jauh merasa dilindungi. Padahal hal tersebut harusnya ia dapatkan dari kedua orangtua. Beberapa kali ia merasa frustasi dengan kehidupannya, lagi-lagi ia tidak mendapatkan perlindungan dari kedua orangtua. Sesekali ia bahkan melakukan self-injury dengan melukai pergelangan tangannya dengan jarum atau pisau. “Saya puas mbak kalau sudah begitu (self-injury). Walaupun puasnya sementara, karena memang sudah kadung marah sama orangtua juga,” seraya menunjukkan bekas luka ditangannya.
Tidak banyak yang ingin ia bagi. Dina-pun berujar bahwa kehidupan yang ia jalani merupakan pilihan baginya. Saat ini ia sudah terjun terlalu dalam, sehingga susah baginya untuk lepas. Titik berat yang ia tekankan pada dirinya saat ini adalah, “Saya berdiri sendiri mbak, tidak mau minta-minta ke orangtua lagi. Biar orang lain mau berkata apa, saya ya saya, bukan mereka,” tutupnya dalam wawancara.



Lailatul Dwi Nur Apriliana 19041184003
Stella Salsabilla 19041184008
Muhammad Fawwaz Wildani 19041184010
Iqbal Nafis Musyaffa 19041184041
Wahyu Nur Syarafina 19041184060
Marsa Faiza Hardiyanti 19041184073


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © BERITA KITA KITA - ILMU KOMUNIKASI 2019 - Powered by Universitas Negeri Surabaya - Designed by Iqbal Nafis Musyaffa -