Popular Post

Popular Posts

Posted by : Marsa Faaiza Hardiyanti Minggu, 13 Oktober 2019


Indonesia sangatlah banyak memiliki agama, terdapat 6 agama yaitu islam, kristen, protestan, katolik, hindu budha, dan konghuchu. Penduduk Indonesia sendiri salinglah bertoleransi atas agama yang mereka miliki.
Pertemanan adalah suatu dimana kita memiliki hubungan yang sangat mempercayai tali persaudaraan dengan erat. Tidak memungkiri seseorang memiliki agama yang berbeda, seperti di kehidupan kampus. “Saya memiliki teman yang berbeda agama dengan saya, tetapi perbedaan bagi saya tidaklah hal yang penting. Karena dimana pertemanan tidak memandang suatu hal apapun.” Fina, Pengunjung Greja.
Bagi orang lain berteman dekat dengan berbeda keyakinan sangatlah susah dan tidak mudah, karena dimana orang bisa berpikir bahwa mudah sekali untuk terjerumus dengan hal yang baru mereka temui “agama saya dulu islam, tetapi karena dorongan atas pengaruh dan lingkungan sekitar saya mendukung untuk pindah agama, memang tidak dibenarkan untuk pindah agama. Tetapi ada alasan tersendiri yang membuat saya pindah agama, dengan adanya keyakinan atas agama yang saya ikuti kali ini, saya sendiri yakin akan hal tersebut.” Tika, salah satu guru les bimbingan belajar.
Sebenarnya perbedaan agama atau keyakinan bukanlah halangan untuk berteman, karena agama dimana kita sendiri bisa meyakinkan diri kita atas agama yang kita yakini. “Aku si gak masalah punya teman banyak dan berbeda agama, karena dari diri aku sendiri aku yakin dan telah menjalani agama yang aku miliki. Karena dari beberapa teman aku sangat menghargai atas agama yang aku yakini, dari bukti ketika aku harus beribadah di waktunya teman-teman aku memahami akan hal itu, bahkan ada yang menungguku untuk beribadah walau hanya sekedar menemaniku. Dan mereka dari sisi lain sangatlah menghargai agama aku dan teman-teman lain yang berbeda keyakinan tersebut. Ketika kita berdebat akan hal yang menyangkut agama, kita berusaha untuk open minded dan baik mendengarkan atau memahami yang dimaksud mereka. Dan dari teman-teman aku sendiri tidak ada yang saling mengejek agama lainnya, bahkan mereka benar-benar saling membantu walaupun berbeda agama. Karena pertemanan tidak dilihat dari mana kamu, siapa kamu, apa agamamu. Tetapi dimana kalian bisa memposisikan diri kalian terhadap lingkungan sekitar.” Ujar Frydella, Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © BERITA KITA KITA - ILMU KOMUNIKASI 2019 - Powered by Universitas Negeri Surabaya - Designed by Iqbal Nafis Musyaffa -