Popular Post

Popular Posts

Posted by : Mohamad Rizal Ramadhana Minggu, 06 Oktober 2019


Dibalik Julukan “Kampung Inggris” Pare

Kita sudah tidak asing lagi dengan kampung Inggris yang berada di Pare, Kediri, Jawa Timur, tempat dimana banyak sekali lembaga pembelajaran bahasa Inggris disana, namun kita tidak semua tahu tentang sejarah berdirinya kampung Inggris, nah kita akan menyimak sejarah berdirinya kampung Inggris yang dijelaskan oleh salah satu penduduk asli kampung Inggris yaitu Fenina panggilan akrabnya.

Pada awalnya di desa Tulungrejo, Pare, terdapat hanya satu tempat les yang bernama BEC (Basic English Course) sekitar tahun 1977, yang pemiliknya akrab dipanggil pak Kalend, beliau adalah salah satu guru bahasa Inggris terkenal dan paling top, oleh karenanya banyak dari masyarakat penjuru Indonesia khususnya jawa timur yang ingin belajar di BEC, yang dulu BEC hanya tempat les yang kecil, seketika menjadi tempat les yang besar dan terkenal pada waktu itu.

Berjalan seiringnya waktu, murid-murid lulusan dari BEC diutus oleh pak Kalend untuk mendirikan lembaga-lembaga pembelajaran bahasa Inggris baru, nah mulai dari sinilah banyak lembaga baru yang dinaungi murid lulusan BEC dan tidak hanya itu, banyak investor yang ikut mendirikan lembaga tersebut, dan seiring perkembangan zaman orang-orang menyebutnya “Kampung Inggris”.

Anggapan bahwa kampung inggris adalah tempat dimana penduduknya bule semua atau penduduknya selalu berkomunikasi dengan bahasa Inggris setiap hari itu semua salah, pemberian julukan “Kampung Inggris” itu karena terlalu banyaknya lembaga pendidikan bahasa Inggris, total mencapai lebih dari 300 lembaga ber SK sampai saat ini, kampung Inggris memberi banyak efek dalam kehidupan masyarakat disekitarnya, banyak dimanfaatkan sebagai lahan mencari nafkah, mulai dari berdagang, laundry, investasi lembaga les, jasa penginapan, dll, maka dari itu kampung Inggris harus tetap di kembangkan karena banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari sana.

Mohamad Rizal Ramadhana
19041184009

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © BERITA KITA KITA - ILMU KOMUNIKASI 2019 - Powered by Universitas Negeri Surabaya - Designed by Iqbal Nafis Musyaffa -