- Home >
- Bangun Solidaritas! Ayo Ikut Organisasi di Kampus
Posted by : Rina Fuji A
Minggu, 13 Oktober 2019
Keberagaman
di Indonesia kerap kali menjadi salah satu penyebab konflik. Beberapa
diantaranya akibat sikap etnosentris,
yang menganggap suatu kelompok adalah yang terbaik. Kini berbagai upaya
dilakukan pemerintah untuk menangani konflik yang berkaitan dengan SARA, dan salah
satunya melalui mahasiswa. Pemerintah berharap penuh agar keberagaman yang ada,
bisa bersatu dan saling toleran.
Di
wilayah kampus, mahasiswa dari berbagai daerah, datang untuk menempuh
Pendidikan. Tentunya dengan berbagai macam perbedaan budaya. Tak sedikit dari
mereka mengikuti organisasi-organisasi untuk mengisi waktu luang dan menambah
relasi serta wawasan. Salah satunya adalah IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah).
Salah satu organisasi eksternal kampus ini biasanya mengadakan pengajian.IMM juga mengikuti aksi turun ke jalan dan berkumpul dengan IMM Surabaya, tak
lupa juga GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) yang juga ikut melakukan
aksi.
![]() |
| Anggota IMM UNESA |
Selain
IMM, ada juga organisasi Kristen yang disebut SK3 (Sie Kerohanian Kristen
Katolik). Organisasi ini sering mengadakan bakti sosial ke tempat-tempat yang dirasa
perlu menerima bantuan, misalnya panti asuhan dan panti jompo. Selain itu,
mereka juga membuka diri untuk membantu saudara muslim. Saat hari raya kurban,
SK3 biasanya turut menyumbang hewan kurban (sapi atau kambing) untuk dibagikan
ke sesama umat muslim. Tak cukup disitu, SK3 juga melakukan program kerjanya,
yaitu pengabdian masyarakat. Pengabdian yang mereka lakukan biasanya ke tempat
yang dirasa minim akan kesehatan.
![]() |
| Baksos Natal oleh SK3 UNAIR |
Berbeda
dengan IMM, HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) orientasinya sudah skala nasional.
Organisasi nasionalis Islam yang menghimpun mahasiswa Nadhatul Ulama,
Muhammadiyah, dan LDII. Bagi para kader HMI, mereka tidak memandang itu. Sejatinya
mereka mengamalkan Tridharma (Pendidikan, penelitian dan pengembangan, serta
pengabdian pada masyarakat). Organisasi eksternal kampus ini menaungi banyak
kegiatan, misalnya diskusi, ngaji bareng, kajian, aksi, ngopi, bukber, dan
lain-lain. Seringnya melakukan kajian, akhirnya para kader HMI terlatih
berpikir kritis, melihat segala hal dari berbagai sudut pandang. Dari situlah
para kader menjadi solid dan saling toleransi.
![]() |
| Pengurus HMI UNESA bidang Sosbud 2019-2020 |
Rina Fuji Astuti / 19041184002
#cintakeberagaman #indonesiasatu #toleransi


