- Home >
- Pentas Kesenian Ludruk Dari Warga Untuk Pelestarian Budaya
Posted by : Mohamad Rizal Ramadhana
Sabtu, 31 Agustus 2019
Pentas Kesenian Ludruk
Dari Warga Untuk Pelestarian Budaya
Sabtu 31 Agustus 2019 00.15
WIB
Red: Mohamad Rizal
Ramadhana, Prodi Ilmu Komunikasi 2019A (19041184009)
SURABAYA
– Bekerjasama dengan dinas pariwisata kota Surabaya, warga RT 09 di Kelurahan Nginden
Jangkungan Baru menampilkan potensi mereka dalam pertunjukan kesenian khas Jawa
Timur yaitu ludruk,di bawah naungan Pusaka Budaya Nginden Jangkungan, para warga
dilatih dengan rutin seminggu sekali, tak hanya kaum tua saja yang berpartisipasi,
para kaula muda juga ikut andil dan berkolaborasi dalam pelestarian Ludruk di
desa mereka.
Awalnya
para warga Kelurahan Nginden hanya bermain gamelan yang digunakan untuk
perkerjaan sambilan mereka, dengan mengadakan pertunjukan-pertunjukan kecil -kecilan
bagi warga kelurahan mereka sendiri, seperti hajatan nikah, khitanan, maupun
acara-acara desa lainya, dimulai tahun 2015 Pusaka Budaya Nginden Jangkungan
mengembangkan kesenian - kesenian seperti reog,jaranan,campursari, musik patrol,
dan tentunya ludruk.
Acara
Ludruk yang dimulai dari jam 19.00-00.00 WIB tersebut, menarik banyak perhatian
warga tidak sedikit para kaum millenial yang ikut menonton, disamping pertunjukan
tersebut gratis tanpa dipungut biaya, warga Rt 09 Keluran Nginden Jangkungan
Baru sangat antusias dan semangat dalam pertunjukan perdana mereka yang awalnya
hanya di konsumsi warga sekitar saja, namun sekarang mereka berani menunjukan
diri di ranah umum dan terbuka.
“Sebenarnya
bukan finansial yang kita cari, tapi rasa kepemilikan budaya punya jiwa seni
dan rasa bertanggung jawab terhadap budaya itu yang terpenting” ujar Iwan
Ridwan (47) selaku ketua panitia dalam acara pentas seni ludruk tersebut.
