- Home >
- Peminat Terbatas Meski Sudah Berstandar Internasional
Posted by : Iqbal Nafis Musyaffa
Selasa, 19 November 2019
Surabaya- Program Smart City dengan pembangunan prasana yang
menciptakan kemajuan bagi pemuda Surabaya, terutama bidang olahraga.
Kota pahlawan, kota pendidikan, dan kota kuliner yang kerap dijulukkan
kepada Surabaya menciptakan pengaruh yang besar dan mendorong surabaya untuk
terus berinovasi dan membaiki diri.
Dengan slogan yang menggema, menampilkan citra surabaya sebagai kota
dengan beragam fasilitas dan kebudayaan yang kental, program yang berhasil dilakukan
adalah pembangunan lapangan bertaraf internasional di beberapa tempat, salah
satunya Lapangan Hockey dan Softball Dharmawangsa.
Pembangunan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai ajang
kemajuan diri pagi pemuda Surabaya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Risma, selaku
walikota saat peresmiannya di tahun 2016.
Lapangan yang menghabiskan dana cukup fantantis ini memerlukan waktu
yang tidak sebentar, yakni dua tahun dari perencanaan hingga peresmiannya dan
siap untuk digunakan.
Dispora, selaku pengembang dan pengelola lapangan hockey dan softball
saat kami konfirmasi belum memberikan penjelasan secara resmi terkait dengan
alasan mengapa memilih mendirikan lapangan bertaraf internasional ini, termasuk
aspek pemilihan lokasi di daerah Dharmawangsa tersebut (19/11).
Lapangan dengan perawatan khusus bahkan dengan rumput sintetis didatangkan
langsung dari Australia serta penyiraman berkala setiap tiga menit sekali ini
kerap disebut sebagai lapangan hockey terbaik di Jawa Timur. Meskipun begitu
ada beberapa permasalahan yang berkaitan dengan lapangan yang terletak di depan
Rumah Sakit Dr. Soetomo ini.
Transparansi serta aturan yang kurang jelas menjadi permasalahan
yang kerap dikeluhkan terhadap Dispora Surabaya saat ini. Seperti hal nya
larangan bermain atau berlatih saat malam hari bagi para atlet. Tak hanya itu, Pemanfaatan
lapangan yang dinilai kurang maksimal juga menjadi sorotan lain, karena
jarangnya kompetisi atau turnamen yang diselenggarakan. Dilansir dari harian
Surya.co.id hanya terjadi beberapa kali pertandingan setelah lapangan diresmikan,
salah satunya adalah Walikota Cup.
Leo, selaku Administrasi Staff Dispora Surabaya menambahkan bahwa hockey
belum secara umum dikenal dan dipelajari oleh masyarakat luas, sehingga minat terhadap
olahraga tersebut masih sedikit. Sehingga pemanfaatan dari lapangan kurang
maksimal. "Karena banyak yang menganggap olahraga ini ekslusif, padahal
sebenarnya dapat dinikmati oleh semua kalangan," terangnya.
Meskipun begitu, jika masyarakat berminat untuk menggunakan lapangan
hockey ini sangat diperbolehkan tanpa dipungut biaya alias gratis dengan
beberapa ketentuan. Sebagaimana dilansir dari portal Jawapos.com yaitu pemain harus
berupa tim tidak boleh perorangan, dan tergabung dalam komunitas hockey serta terdaftar
sebagai anggota KONI dan berdomisili di Surabaya.
Selain itu, pihak Dispora akan melakukan pendataan dan penjadwalan
sesuai dengan urutan yang ada. Hal ini dilakukan agar semua tim dapat bermain
dan menggunakan areal lapangan secara adil.
Dengan demikian maka warga Surabaya patut berbangga dengan adanya
fasilitas yang tidak dimiliki oleh semua kota,
"harapannya adalah agar semua pihak dapat mengambil manfaat dan
memanfaatkan secara maksimal fasilitas yang tersedia, terutama lapangan hockey
Dharmawangsa ini," simpul Leo.
Lailatul Dwi Nur Apriliana 19041184003
Stella Salsabilla 19041184008
Muhammad Fawwaz Wildani 19041184010
Iqbal Nafis Musyaffa 19041184041
Wahyu Nur Syarafina 19041184060
Marsa Faiza Hardiyanti 19041184073
Muhammad Alwi Muzaka 19041184083