- Home >
- Sofia Nurul Fuada - 19041184006 >
- Kebun Anggrek Perubah Hidup Eks Lokalisasi
Posted by : Sofia Nurul Fuada
Sabtu, 05 Oktober 2019
BeritaKitaKita.com, Surabaya - Walikota Surabaya Tri Rismaharini ubah tempat lokalisasi menjadi kebun anggrek yang sekarang telah diresmikan dan dibuka sejak bulan Agustus 2019 kemaren. Kebun anggrek ini berada di eks lokalisasi Moroseneng Jalan Sememi Jaya II, kecamatan Tandes, kota Surabaya. Program ini dibangun pasca penutupan eks lokalisasi terbesar kedua yang berada di Surabaya.
Pemerintah kota Surabaya membuat progam budidaya anggrek bertujuan untuk mengubah wajah baru eks lokalisasi Moroseneng menjadi wisata kebun anggrek sekaligus budidaya jamur. Tak hanya itu, para pekerja eks lokalisasi dan warga setempat juga terlibat sebagai pengganti pekerjaan sebelumnya dan akan membuat UMKM dengan memanfaatkan kebun anggrek dan budidaya jamur. Jamur dapat diolah menjadi kripik dan es krim jamur yang bisa diperjual belikan oleh masyarakat yang berada di kawasan eks lokalisasi Moroseneng.
Sebelum membuat UMKM sendiri diberikan penyuluhan dan pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh pemerintah kota Surabaya.
"Semoga saja dengan adanya program yang dilakukan oleh Pemerintahan kota Surabaya sendiri itu bisa membuat para eks lokalisasi dan masyarakat yang tinggal di kawasan Moroseneng mendapatkan keuntungan yang sesuai terutama sebagai pengganti perekonomian disini" Kata Zaenal Rozziqin, Warga Sememi. Pemerintah kota Surabaya sendiri akan menyumbangkan bibit-bibit anggrek dan jamur untuk ditanam dan dibudidayakan.
Wisata kebun anggrek di Sememi ini mulai berkembang dengan diberikannya taman yang indah beada di belakang budidaya anggrek dan jamur. Disana juga terdapat laboratorium kultur jaringan tanaman anggrek yang berfungsi untuk membibitan dan juga rumah jamur untuk mengolah jamur.
"Tempat wisata kebun anggrek ini bagus karena sebelumnya belum ada tempat wisata seperti ini di daerah sememi. Bisa dibuat untuk tempat foto juga dan gratis tentunya" Kata Dina Isnaini, pengunjung wisata kebun anggrek.
Jam kunjung wisata kebun anggrek dibuka mulai hari Senin hingga Jum'at pukul 08.00-16.00 WIB. Pada hari Sabtu dan Minggu buka mulai pukul 09.00-15.00 WIB.
Pemerintah kota Surabaya membuat progam budidaya anggrek bertujuan untuk mengubah wajah baru eks lokalisasi Moroseneng menjadi wisata kebun anggrek sekaligus budidaya jamur. Tak hanya itu, para pekerja eks lokalisasi dan warga setempat juga terlibat sebagai pengganti pekerjaan sebelumnya dan akan membuat UMKM dengan memanfaatkan kebun anggrek dan budidaya jamur. Jamur dapat diolah menjadi kripik dan es krim jamur yang bisa diperjual belikan oleh masyarakat yang berada di kawasan eks lokalisasi Moroseneng.
Sebelum membuat UMKM sendiri diberikan penyuluhan dan pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh pemerintah kota Surabaya.
"Semoga saja dengan adanya program yang dilakukan oleh Pemerintahan kota Surabaya sendiri itu bisa membuat para eks lokalisasi dan masyarakat yang tinggal di kawasan Moroseneng mendapatkan keuntungan yang sesuai terutama sebagai pengganti perekonomian disini" Kata Zaenal Rozziqin, Warga Sememi. Pemerintah kota Surabaya sendiri akan menyumbangkan bibit-bibit anggrek dan jamur untuk ditanam dan dibudidayakan.
Wisata kebun anggrek di Sememi ini mulai berkembang dengan diberikannya taman yang indah beada di belakang budidaya anggrek dan jamur. Disana juga terdapat laboratorium kultur jaringan tanaman anggrek yang berfungsi untuk membibitan dan juga rumah jamur untuk mengolah jamur.
"Tempat wisata kebun anggrek ini bagus karena sebelumnya belum ada tempat wisata seperti ini di daerah sememi. Bisa dibuat untuk tempat foto juga dan gratis tentunya" Kata Dina Isnaini, pengunjung wisata kebun anggrek.
Jam kunjung wisata kebun anggrek dibuka mulai hari Senin hingga Jum'at pukul 08.00-16.00 WIB. Pada hari Sabtu dan Minggu buka mulai pukul 09.00-15.00 WIB.
