- Home >
- Keberagaman Kota Malang Yang Saling Toleran Antar Umat Beragama
Posted by : Akhmad Ainur Roziqin
Minggu, 13 Oktober 2019
BeritaKitaKita.com, Malang - Salah satu keberagaman Kota Malang
yakni dekatnya tempat peribadahan antara umat Islam dan umat Kristen Protestan
yang saling menjaga kerukunan dan saling bertoleransi antar kepercayaan masing-masing.
Walaupun berbeda waktu, tempat, dan fasilitas dalam beribadah, akan tetapi
tetap selalu menjaga kerukunan dan keutuhan umat beragama. Minggu (13/10/19).
Dua tempat ibadah yang biasa disebut Masjid Agung Jami’ dan Gereja
Jemaat Immanuel yang saling berdampingan ini bertempat di sebelah barat Alun
Alun Kota Malang pada khususnya di jl Merdeka Barat, Kauman, Kec Klojen, Kota Malang. Dengan sejuknya suasana
ibadah yang bertempat di sekeliling kota, maka banyak sekali
pengunjung-pengunjung dari berbagai daerah yang ikut beribadah di tempat ini. Khususnya
di Masjid Agung Jami’ Malang.
Masjid Agung Jami’ Malang ini
termasuk masjid yang sangat bersejarah dan diminati seluruh masyarakat untuk
beribadah, pada umumnya tepat pada hari jum’at, karena sudah termasuk kewajiban
untuk kalangan muslim. Bentuk dan fasilitas masjid yang bagus serta suasana masjid
yang sejuk dan tenang. Pada hari itulah seluruh masyarakat malang yang ada di
kota, pasti berangkat menuju Masjid yang biasa disebut dengan Sholat Jum’at.
Selain itu juga ada Gereja Immanuel
yang biasa dikenal GPIB (Gereja Protestan Indonesia bagian Barat). Gereja ini
mempunyai waktu sendiri untuk beribadah, khususnya pada hari minggu yang biasa
dilaksanakan pada pukul 08.00 – 09.30. Selain itu, juga menjadi Gereja yang
bersejarah bagi umat Kristiani Protestan, karena berbeda dengan Gereja lainnya
dari segi tempat yang begitu luas dan fasilitas yang mumpuni untuk beribadah
dengan tenang.
Hasan Basri
salah satu jamaah Masjid Agung Jami’ Kota Malang mengatakan, “saya dan keluarga
sangat senang untuk beribadah di Masjid Agung ini, walaupun posisinya
berdekatan dengan Gereja, akan tetapi tidak ada sama sekali dengan rasa
mengaduhkan antar kepercayaan, justru bisa meningkatkan rasa toleransi antar
agama”. Bukan hanya bangunannya yang megah, akan tetapi dengan adanya kegiatan-kegiatan
yang ada di masjid seperti pengajian yang langsung di isi oleh Kyai besar pasti
istiqomah dan berjalan dengan lancar.
“Seluruh pengunjung
yang mau beribadah di masjid harus menaati peraturan yang sudah ada”, ujar Zainal
Abidin selaku penanggung jawab Masjid. Contohnya seperti tidak boleh buang
sampah sembarangan, tidak boleh tidur diluar batas waktu, dan lain-lain. Karena
disetiap tempat pasti mempunyai peraturan tersendiri.
Cristian
Rico Fendrian salah satu jemaat Kristiani Protestan mengatakan, “setiap agama
pasti mempunyai komitmen yang berbeda-beda, walaupun tempat yang saling
berdampingan, akan tetapi tidak ada rasa menghalangi sedikit pun untuk
bersama-sama melakukan ibadah, dan setiap agama yang dianut tidak jauh beda
dengan agama yang lain, lihat bagaimana cara mengimplementasikan kepada
masyarakatnya”.
Maka dari
itu, Toleransi antar umat beragama sangatlah penting untuk difahami oleh
seluruh masyarakat. Kebhinekaan bangsa ini harus selalu tetap terjaga, walaupun
berbeda ras, suku, budaya maupun agama, akan tetapi tetap selalu menjaga
kerukunan dan kesatuan, agar tidak saling menghina, memfitnah, mengadu domba,
bahkan sampai menumpuhkan darah.
Akhmad Ainur
Roziqin
19041184081
Ilmu
Komuniaksi ‘19

