Popular Post

Popular Posts

Posted by : Akhmad Ainur Roziqin Minggu, 01 September 2019





Minggu (01/09/2019) di Kantor PWNU Jawa Timur tepatnya di jalan masjid Al-Akbar Surabaya mengadakan acara Dauroh Mahasantri NU UNESA yang diikuti oleh seluruh mahasiswa-mahasiswi UNESA yang mendapatkan Beasiswa dari PWNU Jawa Timur, yang bertujuan untuk memperkuat kader-kader Nahdlatul Ulama’ yang berkualitas.

Dauroh Mahasantri Nahdlatul Ulama ini diadakan pertama kalinya pada tahun ini  dan bertemakan ‘Ignite Spirit Aswaja Annahdliyah’.

Para mahasiswa diharapkan datang tepat waktu pada tanggal 31 agustus 2019 pukul 16.00 untuk mengikuti acara pembukaan.

Diwajibkan untuk memakai pakaian yang rapi dan sopan karena ditempatkan di aula gedung PWNU Jawa Timur, dan dilanjut dengan istighosah serta pembacaan do’a awal tahun dan akhir tahun bersama-sama.

Untuk itu seluruh mahasantri dianjurkan untuk menginap di tempat yang sudah disediakan karena acara dimulai dari Hari Sabtu tanggal 31/08/2019 sampai Hari Minggu 01/09/2019.

Taufiqur Roziqin selaku panitia, menjelaskan bahwa tujuan dari adanya acara Dauroh ini yakni untuk menguatkan ideologi NU, untuk menguatkan ideologi Pancasila, dan meningkatkan kemampuan berorganisasi bagi peserta terutama para mahasantri NU UNESA.

Di sisi lain sebelum acara berlangsung, para panitia harus menyiapkan teknis-teknis terlebih dahulu antara lain yaitu persiapan peserta, kebutuhan tempat acara, konsumsi peserta, menentukan narasumber, dan masih banyak pula yang harus dipersiapkan sebelum acara Dauroh berlangsung.

Ujar panitia, untuk mengadakan acara ini membutuhkan waktu kurang dari 1 minggu untuk menyiapkan segala aspek yang ada di acara Dauroh tersebut, antara lain: harus diawali dengan rekruitmen peserta, dilanjutkan dengan pendaftaran, setelah itu langsung pelaksanaan.

Acara ini di hadiri oleh 234 peserta (mahasantri UNESA), 15 orang (panitia), dan segenap para kyai antara lain KH. Marzuki Mustamar (Ketua Tanfidziyah Jatim), KH. Abdus Salam Shohib (Wakil Ketua Tanfidziyah), Dr. Tur Han Yani (Rektor 3 UNESA), dan Prof. Dr. Ahmad Muzaqi sebagai Sekretaris PWNU Jatim.

"Bagaimana keadaan bangsa, bagaimana keadaan Nahdlatul Ulama’ dalam 50 kedepan itu sudah bergantung pada kalian-kalian semua sebagai penerus perjuangan, jika ada kerusuhan dalam Nahdlatul Ulama, ada kerusuhan dalam negara, maka sia-sia lah para kyai-kyai pendahulu yang telah memperjuangkan syariat Islam yang baik dan benar." ujar KH. Marzuki Mustamar kepada seluruh peserta dauroh.

Acara ini tidak ada sangkut pautnya dengan sponsor-sponsor dari luar, karena acara ini murni dari PWNU Jawa Timur.

Dengan acara ini maka kader-kader generasi muda bisa mentaklukan tentang pentingnya memperjuangkan organisasi Nahdlatul Ulama sampai akhir hayat nanti.




Akhmad Ainur Roziqin
19041184081

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © BERITA KITA KITA - ILMU KOMUNIKASI 2019 - Powered by Universitas Negeri Surabaya - Designed by Iqbal Nafis Musyaffa -